Male, IRs News - Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed memutuskan untuk meletakkan jabatannya setelah sekelompok polisi melakukan aksi pemberontakan dan menduduki stasiun televisi. Pengunduran diri ini mengakhiri aksi demo yang berlangsung tiga pekan di negara kepulauan Samudera Hindia itu."Akan lebih baik bagi negara dalam situasi saat ini jika saya mengundurkan diri. Saya tak ingin memimpin negara dengan tangan besi. Saya mengundurkan diri," kata Nasheed dalam konferensi pers yang disiarkan televisi nasional seperti dilansir AFP, Selasa (7/2/2012).
Sebelumnya pada Selasa dini hari waktu setempat, para polisi yang memberontak bergabung dengan para demonstran antipemerintah. Aksi demo tersebut telah berlangsung di ibukota Maladewa selama tiga pekan belakangan. Para polisi dan demonstran kemudian menduduki stasiun televisi pemerintah dan menyiarkan saluran oposisi.
Aksi demo tersebut dipicu oleh kemarahan warga atas penangkapan seorang hakim terkemuka di negeri yang dikenal akan resor-resor pantainya yang indah itu. Penangkapan tersebut dilakukan atas perintah Nasheed.
Juru bicara militer Kolonel Abdul Raheem Abdul Latheef mengatakan, sebelum aksi pendudukan stasiun TV, pasukan Maladewa telah menggunakan gas air mata dan peluru karet dalam bentrokan dengan para demonstran dan polisi yang berkumpul di luar markas besar militer.
"Bentrokan sporadis itu dimulai setelah tengah malam dan berlangsung hingga pukul 08.00," tutur Latheef.
Presiden Nasheed kini menyerahkan tampuk kepemimpinan ke Wakil Presiden Mohamed Waheed Hassan Manik. Nasheed merupakan presiden Maladewa pertama yang terpilih secara demokratis dalam pemilihan presiden tahun 2008 lalu.
Selasa, 07/02/2012 18:04 WIB
sumber: http://www.detiknews.com/read/2012/02/07/180415/1836655/1148/presiden-maladewa-mundur-setelah-3-pekan-didemo-rakyat





