Adakan Seminar, HI UMY Tunjukan Kepedulian terhadap Krisis Kemanusiaan Rohingnya

Senin, 11 September 2017 Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan Seminar berbentuk kuliah umum di gedung KH Ibrahim e7 Lantai 5. Kuliah umum ini sendiri mengambil tema krisis kemanusiaan Rohingnya. Seperti yang kita ketahui media sosial, media elektronik dan surat kabar nasional maupun internasional sering kali memberitakan kejadiaan yang bisa dikatakan tidak berprikemanusiaan dan sangat memilukan tersebut. “ Masalah kemanusiaan di Myanmar disebabkan oleh suku Rohingnya yang beragama islam, tidak di akui kewarganegaraanya oleh Pemerintah Myanmar.” Ucap Dr. Sidik Jatmika, M.si dengan tegas selaku dosen HI yang menjadi salah satu pembicara di Kuliah Umum. Lebih dari 2.600 rumah dibakar, suku rohingnya sendiri dilecehkan dan dibunuh secara kejam. Ini merupakan salah satu masalah dan isu internasional yang juga menjadi pembahasan yang wajib Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional ketahui untuk sekarang Ini.

Mahasiswa HI angkatan 2015 dan 2016 menjadi peserta kuliah umum, dimana isu yang dibahas berkaitan dengan Mata kuliah Teori Hubungan Internasional 1 untuk angkatan 2016 dan Mata kuliah kajian Advokasi Internasional untuk angkatan 2015. Acara ini dimulai sekitar Pukul 09.00 WIB, yang dibuka langsung oleh wakil Dekan Fisipol Drs. Husni Amriyanto sambil menyampaikan sambutannya. Selanjutnya Ali Maksum, S.Sos., M.A., Ph.D juga menyampaikan sambutannya selaku sekertaris jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Acara ini dipandu langsung oleh Ketua Jurusan Hubungan Internasional Dr. Nur Azizah, M. Si. Selaku Moderator.

Untuk membahas Kuliah Umum yang bertemakan Krisis kemanusiaan Rohingnya ini menghadirkan empat pembicara yang memiliki konsetrasi dan hubungan tentang isu kemanusiaan Rohingnya. Pembicara Pertama yang menyampaikan materinya yaitu Dr. Sidik Jatmika, M. Si. sebagai dosen ilmu Hubungan Internasional. Beliau menyampaikan sedikit sejarah tentang suku rohingnya dan penyebab terjadinya konflik antara tentara Myanmar dan suku Rohingnya. Dimana memang masalah ini sudah ada sejak berpuluh tahun yang lalu. Pembicara Kedua yaitu Dr. Arief Rachman Sp. Rad. Selaku Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia menyampaikan materi dari segi medis dan bantuan kemanusiaan untuk korban di Rohingnya. Mer-C sendiri sudah membuat rencana membangun Rumah sakit Indonesia di wilayah Konflik untuk membantu korban dan diharapkan bisa menjadi tempat evakuasi para korban. Selanjutnya materi dari Ali Muhammad, MA., Ph.D selaku dosen Ilmu Hubungan Internasional. Materi yang diberikan berkenaan tentang bagaimana organisasi Internasional dapat menghentikan krisis kemanusiaan di Myanmar. Salah satunya Negara Indonesia yag sudah melakukan diskusi langsung melalui perwakilan Menteri Luar Negeri Indonesia. Sehingga bantuan Indonesia bisa diterima untuk korban di Myanmar. Pembicara terakhir yaitu Rahmawati Hussein, B.A., MCP., Ph.D selaku dosen Ilmu Pemerintahan dan juga wakil ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Komite, Aliansi kemanusiaan Indonesia Untuk Myanmar (AKIM). Materi ini banyak menjelaskan tentang tantangan dan peran Muhammadiyah dalam membantu korban krisis kemanusiaan Rohingnya. Peran Muhammadiyah melalui MDMC sudah banyak membantu pengungsi yang berimigrasi ke Indonesia untuk mendapatakan bantuan kebutuhan dasar. Mulai dari kesehatan, pendidikan, dan bidang lainnya. Bahkan dalam waktu dekat ini akan ada banyak orang yang akan membantu langsung ke wilayah Myanmar yang terkena krisis kemanusiaan tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi dan beberapa pertanyaan yang di ajukan oleh beberapa mahasiswa

Penghujung Kuliah umum ini juga dijelaskan dan ditanda tangani   adanya kerjasama Mer-C dan Jurusal Ilmu Hubungan Internasional UMY. Mer-c merupakan salah satu NGO yang ada di Indonesia dan baru-baru ini mebukan cabang di Yogyakarta. Mer-c bergerak dibidang medical kesehatan untuk korban konflik dan bencana alam. MER-C yogya akan malekasanakan sosialisasi langsung ke kelas-kelas Jurusan HI sambil mengajak untuk ikut bergabung menjadi volunteer di MER-C sebagai bentuk dukungan untuk membantu korban krisis Rohingnya, bencana alam dan konflik lainnya. Tidak lupa korps Mahasiswa Hubungan Internasional yang sebelumnya telah mengumpulkan bantuan dari mahasiswa ilmu hubungan Internasional UMY untuk korban Rohingnya, langsung diberikan kepada Mer-c selaku media perantara untuk memberikan bantuan ke Myanmar. Bantuan diberikan langsung dari ketua KOMAHI UMY Wita Agil Ananda K.M kepada ketua MER-C Yogyakarta Dr Arif. Semoga bantuan dari mahasiswa HI UMY dapat bermanfaat untuk korban rohingnya dan terimkasih juga untuk teman-teman yang telah memberikan sumbangan semoga menjadi amal jariyah di akhirat kelak.” Ucap Ketua Komahi UMY dalam meberikan sedikit sambutannya dan ikut mengakhiri serangkaian acara kuliah umum.

Tentang KOMAHI UMY 24 Articles
Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAHI UMY) diresmikan pada 8 Agustus 1988, dan merupakan satu-satunya himpunan mahasiswa jurusan di prodi HI. Website dan semua media sosial KOMAHI UMY, dikelola oleh Divisi Pers Mahasiswa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*