Usai melakukan kunjungan ke Harian Jogja pada hari Sabtu (7/3), dimana anggota Divisi Pers Mahasiswa dijelaskan mengenai teknis serta proses dari meliput peristiwa hingga akhirnya menjadi berita ataupun tulisan. Hal ini kemudian akan dicoba untuk diterapkan oleh reporter dalam menyajikan berita ataupun tulisan. Oleh karena itu, setelah kunjungan dari Harian Jogja, anggota Divisi Pers Mahasiswa langsung mempraktekkan ilmu yang telah di dapat sebelumnya dengan mengambil lokasi di Malioboro. Alasan mengapa dipilihnya Malioboro sebagai tempat untuk melakukan wawancara karena banyaknya pengunjung yang datang dari berbagai daerah dan juga merupakan ikon wisata Kota Jogja. Kawasan jalan ini seolah sudah menjadi pusat Kota Jogja. Hidupnya kawasan ini menandakan keadaan Jogja yang juga hidup. Tak heran, jika di sini tidak hanya wisatawan lokal saja yang terlihat lalu–lalang, tetapi juga wisatawan mancanegara yang lewat sendiri maupun rombongan.

Beberapa pertanyaan diajukan oleh para anggota kepada para pengunjung yang mana salah satunya adalah mengapa memilih Malioboro sebagai tempat tujuan destinasi wisata. Salah seorang pengunjung bernama Rizwan mengungkapkan alasan mengapa memilih Malioboro sebagai destinasi wisata. Menurut Rizwan atau yang kerap dipanggil Masriz ini menuturkan bahwa Malioboro merupakan tempat yang paling cocok untuk menenangkan diri dan juga banyak hal yang dapat dilakukan seperti berwisata kuliner, mendengar alunan musik jalanan, serta berfoto. Berbeda dengan Rizwan, Aurora yang merupakan wisatawan dari Lampung “Menurut aku Malioboro tuh penuh dengan kecerian, kelihatan banget dari keadaan yang hiruk-pikuk disini kaya orang tuh bebas ngeluarin semua perasaannya disini,” pungkasnya.

Setelah pelaksanaan Diklat ini, peserta diharapkan mengerti tentang bagaimana realita jurnalis ketika di lapangan. Berbagai kendala bisa saja ditemui dan solusi harus segera ditemukan. Karena berita harus bersifat aktual dan segar sehingga penerbit berita memiliki keunggulan dibanding penerbit lain. Ditambah lagi didalam organisasi biasanya penerbitan berita memakan waktu yang cukup lama. Sehingga pembaca sudah kehilangan semangat dalam membaca berita.

Komahi UMY

Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Komahi UMY) diresmikan pada 8 Agustus 1988, dan merupakan satu-satunya himpunan mahasiswa jurusan di prodi HI. Website beserta seluruh media sosial Komahi UMY, dikelola oleh Divisi Pers Mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *